7 Hal Ini Bisa Bikin Kamu Kena Masalah Saat Checkout dari Hotel

Dendanya lumayan gede

Sebelum meninggalkan hotel atau tempat menginap, kita diwajibkan untuk mengecek barang-barang bawaan supaya tak ada yang tertinggal. Tak hanya itu, biasanya kita juga mengecek apakah barang-barang yang ada di hotel terbawa dalam tas kita.

Biasanya tamu baru bisa meninggalkan area hotel setelah kondisi kamar dinyatakan clear, termasuk dari hal-hal yang menyalahi peraturan. Selain memperlambat proses checkout, pengunjung juga bisa dikenakan denda tertentu akibat tujuh hal di bawah ini.

1. Mengambil snack bar


Di sejumlah hotel berbintang, biasanya sudah tersedia snack bar alias beragam camilan di sudut ruangan. Jika tidak jeli, kita akan langsung menganggapnya sebagai makanan yang bisa dinikmati tamu secara gratis.

Padahal, nanti ketika checkout, camilan tersebut akan dikenai biaya tambahan. Selain air mineral dan teh celup atau kopi sachet, biasanya akan ada charge di luar harga kamar.

2. Mengambil handuk dan bathrobe


Peralatan mandi yang tersedia di kamar hotel memang diperuntukkan pengunjung, tapi tidak untuk handuk dan bathrobe. Bagian housekeeping bisa dengan mudah mengetahui berapa jumlah handuk yang tersisa di dalam kamar.

3. Menurunkan kasur tanpa dikembalikan


Tempat tidur single bed biasanya terdiri dari dua tumpukan kasur. Kebiasaan yang banyak ditemui adalah menurunkan salah satu kasurnya alias bed down. Sebenarnya hal ini sah-sah saja dilakukan, asal kembali dirapikan sebelum checkout. Kalau tidak, siap-siap kena denda hingga Rp 250 ribu.

4. Berusaha menyembunyikan gelas pecah


Jangan pernah berpikir untuk menutupi kerusakan yang sengaja maupun tak sengaja dilakukan terhadap properti hotel. Karena pada akhirnya, kondisi kamar akan dicek kembali dengan rinci. Termasuk hal kecil seperti membuang pecahan gelas dalam kamar yang tak sengaja tersenggol.

5. Meninggalkan noda yang tak bisa hilang


Kondisi kamar yang kotor memang akan langsung diatasi pihak hotel. Tapi beda ceritanya kalau kamu meninggalkan noda permanen yang tak bisa hilang. Misalnya mengusap semir sepatu dengan handuk, menggoreskan tinta spidol ke bed sheet, atau tak sengaja menumpahkan lem yang tak bisa hilang di atas karpet.

6. Menghilangkan kunci


Meminta kunci duplikat ke resepsionis adalah hal wajar dilakukan. Namun kalau alasannya karena kunci utamanya hilang, denda adalah konsekuensi yang harus ditempuh.

7. Kesiangan melebihi jam checkout


Hal fatal terakhir yang bisa membuatmu kena masalah adalah kesiangan atau terlambat keluar kamar melebihi waktu checkout. Biasanya batas waktu yang diberlakukan adalah pukul 12 siang dengan toleransi waktu 30 menit.

Jika tak ada konfirmasi lebih lanjut dari tamu, tapi barang-barangnya masih tertinggal di kamar, secara otomatis pihak hotel akan mengenakan biaya overtime. Bisa jadi 25 persen hingga 50 persen dari harga kamar.

Kalau kamu sendiri pernah merasakan yang mana saja, nih? Bagikan di kolom komentar ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *